CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Struktur organ reproduksi wanita

Sistem reproduksi terdiri dari organ-organ yang melakukan fungsi reproduksi menghasilkan individu baru dan menghasilkan hormon tertentu. Manusia berkembang biak dengan cara perkawinan (generatif) atau seksual. Dalam proses itu diperlukan alat-alat reproduksi, baik alat reproduksi wanita maupun laki-laki. Bagaimana cara kerja masing-masing bagian-bagian organ reproduksi itu?
Coba kamu perhatikan gambar di bawah ini:
Gambar 1. Organ kelamin luar perempuan (sumber :  biologimediacentre.com )
Gambar 1. Organ kelamin luar perempuan (sumber : biologimediacentre.com )
Tentunya kalian sudah tahu bukan itu gambar apa? Ya gambar di atas adalah gambar organ reproduksi perempuan bagian luar atau eksterna. Organ apa sajakah yang menyusun eksterna perempuan?
a. Eksterna, meliputi vulva, klitoris, dan perineum. Organ kelamin luar wanita memiliki dua fungsi, yaitu sebagai jalan masuk sperma ke dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung organ kelamin dalam dari organisme penyebab infeksi. Saluran kelamin wanita memiliki lubang yang berhubungan dengan dunia luar, sehingga mikroorganisme penyebab penyakit bisa masuk dan menyebabkan infeksi kandungan. Mikroorganisme ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual
  1. Vulva banyak disusun oleh jaringan lemak. Daerah ini disebut Mons pubis (mons veneris). Di bagian bawah dari mons pubis terdapat suatu lipatan yang berjumlah sepasang yang disebut dengan labia mayora (bibir besar). Setelah puber labia mayora akan ditumbuhi rambut. Pada bagian lebih dalam dari labia mayora terdapat pula lipatan yang kedua berjumlah sepasang yang disebut dengan labia minora (bibir kecil). Kedua lipatan ini berfungsi untuk melindungi vagina. Saluran yang langsung berhubungan dengan vulva adalah uretra dan vagina.
  2. Klitoris berasal dari bahasa Yunani, yang berarti sebuah bukit kecil. Klitoris merupakan pertemuan antara labia minora kiri dan kanan yang bertemu di depan. Klitoris banyak terdapat pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Hal ini yang membuat klitoris sangat sensitif terhadap rangsangan dan bisa mengalami ereksi. Klitoris merupakan penonjolan kecil yang sangat peka (homolog dengan penis pada pria). Klitoris dibungkus oleh sebuah lipatan kulit yang disebut preputium (sama dengan kulit depan pada ujung penis pria). Di bawah klitoris terdapat uretra, yakni muara saluran kencing. Kemudian, di bawah klitoris juga terdapat bagian yang mengelilingi tepi ujung vagina. Bagian yang dimaksud yakni selaput dara atau hymen.  Hymen berselaput mukosa dan mengandung banyak pembuluh darah.
  3. Perineum merupakan suatu jaringan neuromuskuler di antara vagina dan anus. Perineum merupakan pertemuan labia mayora kiri dan kanan yang bertemu di bagian belakang. Kulit yang membungkus perineum dan labia mayora sama dengan kulit di bagian tubuh lainnya, yaitu tebal dan kering dan bisa membentuk sisik. Sedangkan selaput pada labia minora dan vagina merupakan selaput lendir, lapisan dalamnya memiliki struktur yang sama dengan kulit, tetapi permukaannya tetap lembap karena adanya cairan yang berasal dari pembuluh darah pada lapisan yang lebih dalam.
  4. Kelenjar susu (mammary gland) ditemukan pada baik laki-laki maupun perempuan, tetapi secara normal hanya berfungsi pada perempuan. Kelenjar tersebut bukan bagian dari sistem reproduksi, tetapi sangat penting dalam reproduksi mamalia. Di dalam kelenjar itu, kantung kecil jaringan epithelium mensekresikan susu, yang mengalir ke dalam serangkaian duktus yang membuka pada puting. Jaringan lemak (adipose) menyusun massa utama kelenjar susu mamalia yang tidak berlaktasi.

Coba kalian perhatikan gambar di bawah ini.
Gambar 2. Anatomi organ reproduksi perempuan (sumber : http://kelas-bidan.blogspot.com)
Gambar 2. anatomi organ reproduksi perempuan (sumber : http://kelas-bidan.blogspot.com)

Gambar di atas adalah gambar organ reproduksi wanita bagian dalam atau disebut jug interna. Organ apa sajakah yang menyusun interna? Kemudian, pada bagian tubuh kalian (perempuan) terdapat interna ini? Kalian akan menemukan jawabannya dari penjelasan di bawah ini. Jadi, simak dengan baik ya.
b. Interna meliputi indung telur (ovarium), tuba fallopii (oviduk), rahim (uterus) dan vagina
  1. Uterus (rahim) merupakan suatu rongga pertemuan dari dua saluran tuba fallopii bagian kiri dan kanan. Uterus berbentuk seperti buah pir. Uterus mempunyai ukuran panjang sekitar 7 cm dan lebar sekitar 4–5 cm, tetapi akan mampu menampung bayi dengan panjang 45 cm dan berat hingga 4 kg. Uterus diikat oleh 6 ligamen. Uterus merupakan saluran berongga yang lebih besar dengan bagian ujungnya bersatu membentuk saluran sempit, yaitu vagina. Uterus mempunyai beberapa lapisan penyusun, yakni lapisan terluar (perimetrium), lapisan tengah yang berotot (miometrium), dan selaput rahim/lapisan terdalam (endometrium). Lapisan endometrium mengandung banyak pembuluh darah dan lendir. Ketika terjadi ovulasi, lapisan endometrium akan menebal, tetapi ketika menstruasi lapisan endometrium akan meluruh. Jika di dalam tuba fallopii terjadi pembuahan dan terbentuk zigot, zigot akan didorong menuju uterus untuk kemudian mengalami implantasi dan berkembang menjadi bayi. Fungsi uterus (rahim) ini adalah sebagai tempat menempelnya janin. Di sinilah janin akan tumbuh besar yang kemudian kehidupannya ditopang oleh plasenta.
       Uterus terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:
    1. Fundus, adalah bagain uterus proksimal di ats muara tuba uterina yang mirip dengan kubah , di bagian ini tuba fallopii masuk ke uterus. Fundus uteri ini biasanya diperlukan untuk mengetahui usia/ lamanya kehamilan
    2. Korpus (badan uterus). Korpus biasanya bengkok ke arah depan. Selama masa reproduktif, panjang korpus adalah 2 kali dari panjang serviks. Korpus merupakan jaringan kaya otot yang bisa melebar untuk menyimpan janin. Selama proses persalinan, dinding ototnya mengerut sehingga bayi terdorong keluar melalui serviks dan vagina. Lapisan dalam dari korpus disebut endometrium. Setiap bulan setelah siklus menstruasi, endometrium akan menebal. Jika tidak terjadi kehamilan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadilah perdarahan. Ini yang disebut dengan siklus menstruasi. Telur yang terbuahi di saluran telur akan melekat sendiri dan menanamkan diri (nidasi) dalam selaput lendir di sisi dalam atau rongga rahim.Telur yang tertanam ini tidak mudah lepas atau rontok, karena lapisan dinding rahim cukup tebal. Telur ini akan tumbuh menjadi janin. Selanjutnya, uterus akan melindunginya dan memelihara kehidupan baru sampai pada saat kelahiran bayi. Selama kehamilan, uterus sedikit demi sedikit tumbuh menjadi pegangan bagi pertumbuhan bayi, dengan kantung cairan di sekelilingnya dan dihubungkan oleh plasenta (ari-ari). Berbeda dengan sebelum kehamilan, pada saat kelahiran bayi, berat uterus sendiri mendekati satu kilogram. Sedangkan berat bayi, plasenta, dan cairan yang mengelilinginya, semuanya sekitar lima kilogram.
    3. Serviks (leher uterus). Serviks terletak di puncak vagina. Serviks merupakan uterus bagian bawah yang membuka ke arah vagina. Sebuah saluran yang melalui serviks memungkinkan sperma masuk ke dalam rahim dan darah menstruasi keluar. Serviks biasanya merupakan penghalang yang baik bagi bakteri, kecuali selama masa menstruasi dan selama masa ovulasi (pelepasan sel telur). Saluran di dalam serviks adalah sempit, bahkan terlalu sempit sehingga selama kehamilan janin tidak dapat melewatinya. Tetapi pada proses persalinan saluran ini akan meregang sehingga bayi bisa melewatinya. Saluran serviks dilapisi oleh kelenjar penghasil lendir. Lendir ini tebal dan tidak dapat ditembus oleh sperma kecuali sesaat sebelum terjadinya ovulasi. Pada saat ovulasi, konsistensi lendir berubah sehingga sperma bisa menembusnya dan terjadilah pembuahan (fertilisasi). Selain itu, pada saat ovulasi kelenjar penghasil lendir di serviks juga mampu menyimpan sperma yang hidup selama 2 – 3 hari. Sperma ini kemudian dapat bergerak ke atas melalui korpus dan masuk ke tuba fallopii untuk membuahi sel telur. Oleh karena itu, hubungan seksual yang dilakukan dalam waktu 1 -2 hari sebelum ovulasi bisa menyebabkan kehamilan.
  2. Tuba Fallopii, berjumlah sepasang dengan panjang sekitar 10 cm, berfungsi menyalurkan sel telur dari ovarium menuju uterus dan menyediakan lingkungan yang cocok untuk pembuahan dan perkembangan sel telur sebelum pembuahan. Tuba fallopii merupakan struktur saluran bilateral yang melekat ke uterus pada setiap kornu (ujung)-nya. Tuba fallopii dibagi berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu kornu, ismus, ampula, dan infundibulum. Kornu merupakan bagian perbatasan antara dinding otot uterus dan tuba fallopii yang berperan dalam menjamin hubungan yang stabil dan kuat. Bagian yang panjang, sempit, dan menyerupai pensil disebut ismus yang berperan dalam menyeleksi sperma. Bagian setelah ismus disebut ampula merupakan tempat terjadinya fertilisasi. Ujung tuba bagian paling distal yang bergalur disebut infundibulum.  Infundibulum memiliki fimbria yang menyerupai jari-jari. Fimbria ini berperan dalam aktivitas menyerupai gerakan menyapu secara terus menerus untuk menangkap telur matang yang jatuh di belakang uterus. Bagian dalam (lumen) dari tuba falopi dilapisi sel-sel epitel bersilia untuk mendorong ovum bergerak ke dalam tuba falopi ketika terjadi ovulasi.
  3. Ovarium. Gonad perempuan, ovarium (ovary), berada di dalam rongga abdomen, menggantung, dan bertaut melalui mesentrium ke uterus. Ovarium terletak di sebelah kiri dan kanan rahim. Bentuk ovarium lonjong dengan panjang 2 – 2,5 cm, lebar 1 – 1,5 cm, tebal 0,5 – 1,5 cm dan berat 15 gram. Sepasang ovarium ini secara bergantian memiliki tugas memproduksi telur setiap bulan. Dalam ovarium terdapat folikel de Graaf yang akan berkembang menjadi sel telur (ovum). Peristiwa pelepasan sel telur (ovum) dari ovarium setelah folikel masak disebut ovulasi. Indung telur mengandung sekitar 400 ribu bakal sel telur. Umumnya sel telur diproduksi setiap 28 hari. Pada saat folikel telur tumbuh, ovarium menghasilkan hormon estrogen, dan setelah ovulasi menghasilkan hormon progesteron. Setelah telur mengalami pematangan, selanjutnya akan disalurkan melewati tuba fallopii.

0 komentar:

Posting Komentar